It’s been 8 years since your last post…

It’s been 8 years since your last post…

Gitu kata statistik blog ini, ketika saya buka lagi setelah sekian lama. Bok, 8 tahun aja… Itu artinya saya sudah 8 tahun lebih tua sejak terakhir posting.  Dan ketika menulis postingan ini, saya ngerasa gaptek abis. Heuuu…!

Belakangan saya sering baca blog& web temen-temen yang ditautkan ke Facebook mereka. Sampe akhirnya saya inget, kan saya juga punya blog… hehehe… Jadilah saya coba log in ke blog ini. Ternyata saya udah lupa aja apaan password nya dan kudu recovery password via email dulu.  And, tadaaa… here I’m now… :p

Oke baiklah… Setelah baca banyak blog & web temen-temen maupun yang bukan (temen-temen) #halah, saya mulai tergelitik (baca : terinspirasi) untuk menulis lagi. Mudah-mudahan sih masih ada yang iseng mau baca. Kalo ga ada, yanasip saya sendiri dong yang baca… hehehe…

 

 

 

 

June 7, 2016 at 12:24 am Leave a comment

Seseorang Yang Mencintaimu

Ceritanya saya lagi bete, dirumah sendirian, karena kebetulan suami lagi dinas (cieee…) ke luar kota. Untuk membunuh kejenuhan, seperti biasa saya buka facebook dan mendapatkan message di inbox, dari temen baik saya. Isinya sebuah kutipan tanpa judul (belakangan saya tanya dia dapet dari mana, dia keukeuh ga mau kasih tau).

Menurut saya yang melankolis, kutipan ini sangat menyentuh… sederhana tapi menyentuh…

Siapapun yang menulis kutipan ini saya minta ijin yaaa, karena saya pengen share disini… dan buat temen baik saya, makasih ya, udah bagi-bagi ini buat saya…

Selamat membaca…

Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu satunya….
Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah… gila… jengkel… stres…
Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu….
Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau….
Seseorang yang mencintai kamu, akan marah – marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi terhadapmu….
Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup….berdenyut….bergetar… untuk kamu….
Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja kamu ucapkan, dan ia akan selalu menggunakan kata-kata itu tepat waktunya….
Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya.
Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama-lamanya….
Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tapi ia tau bahwa setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli
hari apakah hari ini….
Seseorang yg mencintai kamu, tidak mau berkata “aku mencintaimu” dengan mudah, karena segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu. Tetapi hanya ia yang akan mengatakan “aku mencintaimu” pada situasi yang tepat, karena ia tidak mau kamu salah mengerti… dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu….
Seseorang yang benar-benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja, karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia atau tersenyum….
Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan “mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?”, dengan hatinya yang tulus….
Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Jika kamu menanyakan mengapa ia terlambat menelepon, ia akan berkata bahwa ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah…. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar-benar berguna….
Seseorang yang mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan “aku mencintaimu” ada di dalam dompetnya dan…
Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata-kata manis. Tapi kamu tau, kecupannya sudah menyalurkan semua……
Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu….
Seseorang yang mencintaimu, akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri….
Pernahkah kamu mencintai seperti itu…?
Maka berbahagialah orang yang dicintai oleh dirimu…

September 7, 2009 at 4:16 pm 6 comments

2 Desember 2008

Akhir Oktober, 2 tahun yang lalu…

Akang : dee, kenalin nih, temen gua…

Neng : (*senyum-senyum*)

Temennya Akang : hallo, saya “…mbang”

Saya : deedee… (mikir mode : ON, *hah…, hari gini masih ada ya, ortu yang namain anaknya Bambang…?*)

2 minggu kemudian…

Obrolan dengan Akang ditelepon,

Akang : dee, lu ditanyain tuh…

Saya : sama siapa…?

Akang : si Lambang…

Saya : Lambang…? yang mana ya kang…? (*garuk-garuk kepala sambil coba inget-inget*)

Akang : kamu teh gimana…? yang sabtu waktu itu buka puasa bareng sama kita di Pa Gino tea… yang sebelumnya   kita tuh ke Rumah Mode dulu…

Saya : huahahahahaha, namanya Lambang toh… (*ketawa hebat*), gua kok denger nya dia sebut “Bambang”…

Saya : sampe gua mikir, ni orang namanya kok jadul bener yak…

Akang : serius dee…! apa pendapat lu mengenai dia…?

Saya : dia enak diajak ngobrol…

Akang : terus…? interesting…?

Saya : but definitely not my type, kang…!

2 hari kemudian

Dikantor, jam 4 sore, dalam keadaan demam dan sakit kepala sebelah yang bikin saya pengen nonjok orang. Handphone saya bunyi, dari nomor yang ga saya kenal.

Saya : hallo…?

Suara : katanya kamu sakit ya…?

Saya : selamat sore, maaf dengan siapa ya…? (*penekanan dengan nada sebel*)

Suara : sorry… sama Lambang…

Saya : temen nya akang…?

Suara : yup…! kamu sakit…?

Saya : kata siapa…? (*masih dengan nada sebel, sok-akrab-benget-sih-ni-orang*)

Suara : jam 5 nanti saya jemput deh, takutnya kamu kenapa-napa dijalan, kamu tunggu aja…!

Saya : HAH….?

Suara : tuut… tuut… tuut…

Saya : NI ORANG MAKSUD NYA APA SEEEEHHHHH….???????&^#@^%*&%#(@*$_)$*(&&$(*^&^#$!#

1 jam kemudian…

Bubaran kantor, saya keluar, jalan buru-buru sambil nunduk dalem-dalem, ga pengen noleh kiri kanan. Tiba-tiba ada yang menghadang jalan saya,

Lambang : yuk, saya parkir disana…

Saya : makasih banyak, kayaknya saya pulang sendiri aja… (*teuteup, jutek*)

Lambang : dengan tampang kamu yang kusut dan pucat itu…? i don’t think so…! kalo kamu pingsan dijalan, gimana…?

Saya : (*diem, huh…, hiperbolis amat…!*)

Saya : (*masih diem, liatin dia dengan tatapan yang kalo bisa bikin dia kecekek*)

Tapi sakit kepala sebelah ini bikin bola mata kanan saya nyaris mencelos keluar dan kaki saya dingin nya minta ampun sampe saya ga bisa ngerasain jempol kaki saya masih ada ditempat nya.

Lambang : dee…?

Saya : (*sigh*) hhhhmmphhh… kamu parkir dimana…?

suatu hari…

Nemenin Neng belanja di BTC,

Neng : jadi gimana dee…?

Saya : gimana apa nya…?

Neng : Lambang…?

Saya : emang dia kenapa…?

Neng : (*mulai dengan nada ga sabar*) PENDAPAT KAMU GIMANA…?

Saya : (*sambil nyobain sepatu*) dia baik…

Neng : terus…?

Saya : sabar…

Neng : terus…?

Saya : lucu… nah itu yang gua ga ngerti, di tuh selalu bisa bikin gua ketawa…

Neng : (*liatin saya dengan pandangan lembut yang saya ga ngerti maksudnya*)

Neng : aku seneng dee, artinya kamu udah bangun dari mati suri kamu…

Saya : (*bingung, mo jawab apa*)

Saya : tapi dia item, Neng…!

Neng : HAH…. GA PENTING KALI DEE….!

Saya : penting atuh neng, lu kan tau kalo gua tuh suka nya sama cowok putih…

Neng : TERSERAH KAMU DEH…!

2 Desember 2007…

Akhirnya saya menikah… ya, dengan Lambang… Saya masih ga percaya kalo saya pada akhirnya sampai juga pada tahap ini. Saya juga ga tau, apa yang akan terjadi dengan life after married ini besok lusa. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah berdoa, semoga keputusan saya tidak salah, semoga saya menikahi orang yang tepat, semoga dia bisa menjadi imam yang baik untuk saya dan anak-anak saya kelak, semoga keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah menjalani ini semua dengan niat baik. Saya pasrah…

2 Desember 2008

Satu tahun setelah menikah rasanya seperti mimpi, seperti baru kemaren. Alhamdulillah semuanya berjalan baik sejauh ini. Yang saya rasain, dia ga berubah, semoga dia ga akan pernah berubah, tetap baik, sabar dan lucu😉 (*oh, come on dee…) Tapi beneran, karena dia lah saya belajar memandang segala sesuatu yang terjadi dalam hidup dari sisi yang berbeda.

Tidak ada perayaan istimewa di 1 tahun usia pernikahan kami, tidak ada candle light dinner, tidak ada kue ulang tahun. Hanya ada doa yang kami panjatkan bersama, dia berdoa dan saya mengamini : semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahan kami dan senantiasa merahmati rumah tangga kami dengan segala suka duka nya, semoga kami diberikan kesempatan untuk memperbaiki ibadah kami, semoga kami segera diberikan anak-anak yang sholeh sholehah dan kami diberikan kekuatan kesabaran untuk mengasuh membesarkan mereka, semoga kami dan seluruh keluarga besar kami dijauhkan dari segala marabahaya malapetaka, dan semoga Allah mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami. Aamiin…

Buat suami saya, roomate saya : happy our 1st anniversary, sayang…

December 3, 2008 at 10:40 am 66 comments

James Patterson : Maximun Ride – The Angel Experiment

Ada yang udah baca bukunya James Patterson yang Maximun Ride – The Angel Experiment…? buku ini saya beli ga sengaja. Awalnya saya ke Gramedia Paris Van Java mau cari buku nya jeunglala, Blings of My Life itu lho… Tapi ternyata ga ada aja dong…. (la, gimana nih…?). Karena ga mau merasa diri nista keluar toko buku ga bawa 1 biji buku pun, maka setelah berkeliling bacain sinopsis buku satu pesatu, pilihan saya jatuh ke buku ini.

null

Alasan saya milih buku ini adalah karena setelah sebelum nya saya baca beberapa bukunya James Patterson maka saya berkesimpulan kalo saya suka (that simple…!). Selain itu, saya juga pernah baca salah satu buku nya, Where the Wind Blows, salah satu karakter nya, Max, tuh sama dengan karakter yang ada di Maximum Ride ini. So, kesimpulan sementara saya, ini pasti semacam sequel nya.

Sharing yuk, gimana pendapat kamu mengenai buku ini… tentu nya buat yang udah pada baca kali yaaa…

November 21, 2008 at 10:54 am 18 comments

18 November 2008

Dengan berbagai pertimbangan, seringkali kita berusaha untuk bisa ngerti-in orang lain. Demi perdamaian dunia laah, demi menjajal kadar kesabaran laah, demi cinta laah, demi masuk surga laah, dan berbagai pertimbangan lainnya. Tapi kan kita cuma manusia biasa, yang kalo kata Serieus mah “rocker juga manusia” (mode nge-rock ala Serieus : ON*). Lama-lama sabar ada batas nya juga kallleeeeee.

Sekian lama bersabar menghadapi dia, berusaha ngerti-in kelemahan dia, berusaha tetap menghargai dia. Tapi lama-lama kesabaran saya makin menipis, dia mulai seenaknya. Apa sih maksud ni orang…

Kemudian saya menentukan sikap (atau melancarkan aksi…?) untuk lebih banyak diam. Tapi setelah saya saya menentukan sikap, kenapa juga saya yang diminta oleh orang-orang sekitar saya untuk mengalah…? dengan alasan karena saya lebih tua dari dia, harus nya saya lebih bijaksana… “ulah sarua na, dee” gitu kata orang-orang sekitar saya… Lho, saya kan cuma diam, ga mau banyak bicara, terutama sama dia, seakan dia ga ada, karena kalo saya dan dia banyak bicara takutnya saya dan dia ga bisa mengendalikan diri. Halllooooo….., ini saya lakukan demi perdamaian dunia… (atau cuma demi ego saya…?). Dan sampai saat ini saya masih diam, ga mau ngomong. Kayak anak kecil ya…? BODO AMAAAAAATTTTT…!!!!!!!

(postingan orang yang dongkol setengah mampusssssshhh….!)

November 18, 2008 at 10:41 am 18 comments

M O D

Ini ceritanya waktu saya melaksanakan tugas MOD pertama saya. dari tittle nya mah kedengerannya keren, Manager on Duty… Hmmm, padahal mah sebenernya saya cuma karyawan yang kebeneran apes disuruh stay sampe malem… hehehe…

Lagian si Bos teh aneh-aneh aja ih… Udah bagus kemaren-kemaren yang MOD tuh cowok semua. Secara mulai duty nya dari jam 18.00 – 22.00. Tau-tau ga ada angin ga ada hujan (katanya sih si Bos teh ngedadak dapet pencerahan, padahal saya curiga nya kepala si Bos habis kejedot), dia mengganti semua petugas MOD menjadi cewek semua. Dan dari belasan cewek yang ada dikantor ini, kenapa juga dia milih saya sebagai salah satu objek penderita nya…? hiks hiks…

Tapi ya udahlah, saya coba aja, apa salahnya…? Jadilah saya bareng sama Nengky, temen tandem saya, kukurilingan area. Dikarenakan Nengky adalah mantan legal yang sekarang pindah ke divisi operasional, menjadikan acara kukurilingan ini ngedadak jadi serius… sebel deh…! Bener-bener disisir dari ujung ke ujung, sisir nya pake sisir kerep lagi (itu lho, sisir kutu itu…) lagi, jadi ga ada yang lolos dari pandangan. Semua dikomentarin, tangga darurat kotor laah, lemari perlengkapan toilet ga terkunci laah, ploting-an personil outsourching yang ga pada tempat yang seharusnya laah, pokoknya semua deh. Belum lagi pake acara foto-foto, cepret sana cepret sini…. Saya sempet bilang sama Nengky : “Neng, mendingan juga gw aja yang jadi objek fotonya, daripada lu foto pot kembang retak ato signage yang ga nyala lampunya, ih objek foto ga jelas…!”. Tapi si Nengky cuek aja. Emang sih, harusnya seperti itu, tapi kan saya ga berencana untuk seserius itu… having fun dikit napa sih…?

Setelah acara kukurilingan yang panjang dan melelahkan, jam 22.20 selesai juga sesi MOD perdana malam itu. Tapi ternyata penderitaan belum berakhir. Hasil suit-suitan mengenai siapa yang dianter duluan sama mobil kantor menghasilkan Nengky sebagai keluar sebagai pemenang. Ok deh, jadi rute nya adalah Sukajadi – Cimahi – Antapani…iyaiks, ga kira-kira… dari ujung ke ujung…!!! Pasrah deh, walhasil nyampe depan rumah pas banget jam 00.00 aja gitu loh dan roomate saya dah nangkring nungguin dari kapan tau deh…

Masuk rumah udah disediain dong, air panas buat mandi dan se-mug kopi panas…. Waaa… roomate saya yang baik nya ga ketulungan itu (kata saya lho…!) emang paling top deh… Berkurang deh cape leuleus saya.

Sruuuuuuppppp, aaaaaahhhhhh…. emang kalo hujan-hujan dingin-dingin mah enakan juga ber-piyama-ria, bergelung selimut hangat diatas tempat tidur sambil ditemani segelas kopi, baca novel ato tukeran cerita kegiatan hari itu sama roomate daripada dapet tugas MOD….!!!

November 14, 2008 at 6:35 am 16 comments

Untuk ibu & bapak saya… semoga mereka menyadari betapa saya sangat mencintai mereka…

Ga tau kenapa, pagi ini tiba-tiba saya inget sama ibu dan bapak saya. Mereka lagi apa ya…? Mudah-mudahan mereka baik-baik aja, sehat-sehat aja. Saya kangen sama mereka. Kalo inget mereka, bawaan nya pasti pengen nangis, inget masa lalu, pada saat saya tak henti-henti nya mebuat susah hati mereka…

Masa lalu dimana saya dengan keras kepala dan ngerasa bener sendiri, ngelawan mereka. Padahal apa yang mereka larang adalah demi kebaikan saya. Dan saya yang pada saat itu dibutakan, menantang mereka untuk jelasin kenapa mereka larang saya. Tapi mereka ga bisa jelasin… Mereka cuma bisa bilang, sambil mengelus dada, bahwa kasih sayang yang tak terhingga besarnya dan naluri mereka sebagai orang tua lah yang menyebabkab mereka melarang saya. Tapi saya tetap ga bisa terima, sesuatu yang tidak terjelaskan tetap ga masuk akal.

Dan berlangsunglah selama bertahun-tahun, hari demi hari saya menyakiti mereka dan saya merasa tersakiti dengan ketidaksetujuan mereka. Tapi orang tua tetap lah orang tua, betapa pun saya menyakiti mereka, mereka ga pernah putus asa tetap mencoba membuka kebutaan saya, ga pernah putus harapan siang malam tetap mendoakan saya, sekuat tenaga berusaha menyelamatkan saya.

Dan Allah yang Maha Adil, ga setetes pun sia-sia seluruh doa yang mereka panjatkan untuk saya… terbukalah mata saya untuk semua hal yang ga bisa mereka jelaskan. Dengan malu, hati kecil saya mengakui kebenaran nya. Dan mereka tetap membuka dua tangan nya lebar-lebar untuk menerima saya kembali, menerima saya apa adanya, tetap mengelus dan mencium dengan sayang ubun-ubun kepala saya, dengan kelegaan luar biasa yang mereka rasakan…

Sampai lah saya pada tahap ini, dimana hidup saya terasa lengkap, berjalan dalam curahan restu dan doa orang tua. Suami yang baik, sabar dan selalu bikin saya tertawa, rumah mungil bercat putih yang kami diami berdua, karir, apa lagi yang kurang ya… oh iya… saya berharap mudah-mudahan ga lama lagi saya & suami dikaruniai anak2 yang sholeh dan sholehah, ga nyusahin orang tua, kayak saya…

Ga pernah habis rasa syukur saya, karena Allah menghendaki saya lahir dari mereka…

Ya Allah, duhai Engkau yang Maha Pengampun, begitu banyak dosa dan kesalahan yang telah kami lakukan terhadap orang tua kami. Berikan lah keiklasan kepada keduanya untuk mengampuni & memaafkan kami… Jagalah mereka ya Allah, seperti mereka senantiasa menjaga kami sampai dengan saat ini… Jauhkanlah mereka dari segala marabahaya & malapetaka… Karuniakanlah di hari tua mereka ya Allah, kesehatan & ketenangan… cukuplah saya yang telah membuat susah hati mereka, semoga mereka tidak akan pernah mengalaminya lagi… Ampunilah ya Allah, segala dosa & kesalahan kedua orang tua kami, tempatkanlah mereka kelak ya Allah, di tempat terbaik Mu… Aamiin…

Untuk ibu dan bapak saya… semoga mereka menyadari betapa saya sangat mencintai mereka…

October 13, 2008 at 11:22 am 24 comments

Older Posts


September 2016
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930